32.3 C
Jakarta
Sabtu, Maret 28, 2020
No menu items!

Tips Trading Cryptocurrency : Jenis-Jenis Pola Candlestick

- Advertisement -
1xBit

Ada banyak cara trading cryptocurrency, kemampuan membaca pola-pola Candlestick merupakan salah satu skill yang mutlak diperlukan. Bagi trader pengguna indikator teknikal pun, kemampuan membaca pola-pola Candlestick akan sangat mendukung profitabilitas.

Pengenalan singkat mengenai grafik Candlestick dan ringkasan pola-pola Candlestick yang akan sering ditemui didalam trading. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi bekal bagi aktivitas trading Anda, dimanapun berada.

Grafik Candlestick

Candlestick adalah salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal.

Dalam sejarahnya, tercatat nama Munehisa Homma, seorang pedagang beras di Sakata, Jepang, pada abad ke 17 yang mempelajari pergerakan harga beras di Osaka. Pada tahun 1755, ia menulis buku berjudul “San-en Kinsen Hiroku” yang mengulas psikologi pasar untuk pertama kalinya di dunia. Homma mengklaim bahwa aspek psikologis pasar itu penting bagi kesuksesan trading, serta bahwa emosi trader memiliki pengaruh signifikan terhadap harga beras. Ia mencatat, “ketika semua orang bearish, ada alasan bagi harga untuk naik”; dan demikian pula sebaliknya, ketika semua orang cenderung optimis harga naik (bullish), ada alasan bagi harga untuk turun.

- Advertisement -
BinaricX

Sekitar tahun 1900, analisa teknikal yang digunakan Homma dikembangkan lebih lanjut oleh berbagai pakar, hingga kemudian penggunaan “Candlestick” disempurnakan dan disebarluaskan oleh Steve Nison melalui buku-bukunya. Candlestick terus digunakan hingga sekarang untuk menganalisa pergerakan harga saham, komoditas, forex, Cryptocurrency dll.

Baca Juga  Bitcoin Membuat Candle Hijau Besar-Besaran Setelah Fed Mengumumkan ‘Unlimited QE’

Elemen Penting Dalam Grafik Candlestick

Setelah mengetahui apa itu Candlestick dan sejarahnya, hal selanjutnya yang perlu dipahami adalah elemen-elemen yang membentuknya. Untuk membuat grafik Candlestick, kita harus memiliki data harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close), atau OHLC, dalam periode waktu tertentu. Data harga dalam satu periode tersebut kemudian akan membentuk satu Candle utuh.

Baca Juga  Hackcrypto give away 100$ tanpa kyc task mudah banget cuk

Pada satu Candle, terdapat bagian tengah yang disebut sebagai “body“. Untuk bagian garis yang tipis, tergambar di bagian atas dan bawah body, maka disebut “shadow” atau “tail” (ekor).

Perhatikan anatomi grafik Candlestick di bawah ini:

Candlestick dengan body yang berisi atau berwarna hitam, mengindikasikan harga Close lebih rendah daripada harga Open. Hal ini menunjukkan kondisi bearish (harga tertekan karena seller lebih kuat di pasar).

Apabila Candlestick menunjukkan body yang kosong atau harga Close di atas harga Open, berarti harga pasar cenderung naik dan bersifat bullish (harga meningkat karena buyer lebih kuat di pasar).

Pola Candlestick Single

 

Pola Candlestick Double

 

Pola Candlestick Triple

 

Selamat trading, dan semoga CUAN!

820Views
- Advertisement -
1xBit
mm
Fauzi Yarahttps://cryptoiz.net
Hello my name is Fauzi Yara Passion : Trading And Travel "Have a nice day"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisement

Must Read

Kini Beli Cryptocurrency di Binance Bisa Dengan Rupiah Melalui Visa

Binance, perusahaan blockchain global di belakang bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan jumlah pengguna, hari ini mengumumkan dukungan untuk pembelian cryptocurrency...
- Advertisment -
820Views