Saatnya Menjadi Long Term Trader (2)

Masih tertarik untuk menjadi long term trader? Maka ada baiknya bila Anda belajar cara mengaplikasikan strategi trading jangka panjang berikut ini.

Untuk menjadi long term trader, Anda setidaknya harus memiliki kesabaran dan kontrol diri yang baik. Karena salah satu kunci strategi long term trader adalah sabar menunggu. Mengapa? Strategi long term biasanya akan menahan posisi dalam waktu berhari-hari, mingguan, atau bahkan bulanan untuk sekali entry posisi. Jika Anda adalah tipe orang dengan mental lemah dan tidak sabaran, maka sangat tidak disarankan untuk mengikuti startegi ini, karena rasa bosan dan stress akan menghantui Anda.

Saat terjadi pullback, jangan heran jika floating minus yang dimiliki long term trader bisa mencapai 100 pips. Belum lagi jika manajemen trading buruk, mengakibatkan banyak kerugian dan akun trading yang dikelola rawan terkena Margin Call. Namun, hal ini juga berlaku untuk sebaliknya. Jika profit, maka hasil yang didapat juga besar. Inilah alasan banyak trader profesional lebih memilih menjadi long term trader dibandingkan short term trader.

6 Cara Mudah Mengaplikasikan Strategi Long Term Trading

Sangat diperlukan strategi yang matang bila ingin mencoba menjadi long term trader. Sebenarnya ada banyak cara yang dipakai dalam trading jangka panjang, salah satunya adalah membaca arah tren harga dengan bantuan indikator-indikator. Berikut adalah cara mengaplikasikan strategi long term trading yang cukup mudah diterapkan.

1. Melihat pada time frame weekly atau monthly.

Strategi long term trading pertama yang bisa dipakai adalah dengan mengamati perilaku harga dalam pergerakan chart mingguan atau bulanan. Kemudian, cari tren pada pair mata uang tertentu yang memiliki arah dan momentum jelas. Identifikasi arah tren, apakah bullish atau bearish. Kemudian, cari momentum untuk menentukan open posisi (OP) sesuai arah tren tersebut.

Lihat Chart

Berdasarkan gambar di atas, tren yang terlihat adalah tren bearish (turun), maka carilah peluang untuk OP Sell. Jangan khawatir jika setelah beberapa menit Anda mengalami minus, karena memang tujuannya adalah tidak ambil profit dalam waktu dekat, melainkan mingguan atau bulanan.

2. Zoom di grafik Daily dan gambar garis Fibonacci Retracement.

Hal penting untuk diketahui dalam garis Fibonacci ini adalah bagian dasar dari garis trend harus ditarik dari kiri ke kanan.

Menggambar Garis FibonacciJika harga sedang naik, maka penarikan garis Fibonacci bisa dimulai dari titik terendah (Support) ke titik tertinggi (Resistance). Sebaliknya, ketika trend bearish, garis Fibonacci ditarik dari titik tertinggi menuju area terendah.

3. Mencari pullback pada time frame daily.

Carilah pullback pada Frame Time Daily tersebut yang mendekati 38.2; 50.0; atau 61.8 level Fibbonacci. Jika harga semakin dekat dengan salah satu dari 3 level kunci Fibbonacci tersebut, bersiaplah untuk entri/OP.

4. Mencari candlestick entry.

Untuk strategi ini, sinyalnya adalah candle ber-shadow panjang yang sesuai arah trend. Dalam skenario bearish, sebuah candle konfirmator yang ideal memiliki upper shadow lebih panjang dari body, dan telah menguji level Fibonacci.

Mencari Candlestick Entry

5. Letakkan Take Profit Dan Stop Loss

Selalu Gunakan ratio TP:SL = 3:1, minimal 2:1. Pada chart Weekly, gambarlah garis bantu Horizontal Line di area Support Resistance dimana candle-candle periode sebelumnya memantul. Letakkan SL di atas Line Resistance 1. Jika harga mampu menembus Line Support 1, kunci profit dengan memindah SL di atas Line. Jika harga mampu menembus Line Support 2, kunci profit dengan memindah Stop Loss di atas garis Line tersebut, dst.

6. Tunggu Profit atau Loss.

Pada saat trading pasti akan mengalami profit dan beberapa bisa loss. Jangan mencoba untuk mengutak atiknya. Cukup percaya pada strategi dan biarkan trading menjadi winner atau loser. Trading adalah tentang perhitungan dimana strategi yang baik memang mengalami profit dan loss.

Kuncinya, usahakan agar keuntungan bisa lebih banyak dari kerugian. Jika Anda menerapkan strategi dengan disiplin, maka rasio profit dan loss akan berada dalam kisaran wajar, sehingga pada akhirnya akun Anda akan tetap profitable.

Satu catatan penting, Anda harus mengontrol emosi dan keinginan untuk masuk ke market jika tidak ada sinyal. Salah satu kesalahan terbesar dari para trader gagal adalah adalah overtrading.

Kesimpulan

Suksesnya seorang long term trader ditentukan dari kemampuan menganalisa tren pasar dan mengendalikan emosi trading agar tetap sabar dan disiplin. Perlu diketahui bahwa trading dengan jangka panjang artinya profit yang diperoleh tidak didapatkan seketika itu juga, melainkan harus bersabar menunggu dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulanan.

Selain itu, sangat perlu juga memperhatikan manajemen trader jangka panjang untuk meminimalisir loss karena kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Hal ini wajib diperhatikan mengingat dalam trading , seorang long term trader akan menahan posisi open untuk jangka waktu yang lama. Jika salah strategi maka waktu dan modal juga terbuang sia-sia.

Jika Anda merasa kurang cocok dengan strategi long term trading ini, Anda bisa mencoba berbagai macam strategi trading lain yang paling pas. Simak kumpulan artikel strategi trading dari Cryptoiz sebagai bahan referensi Anda.

 

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: privacy policy
Total
0
Share