VVIP
Merdeka Atau Mati  ?

Merdeka Atau Mati ?

Memperkenalkan DEX pertama di Indonesia…

“Merdeka atau Mati!” sebuah statement yang cukup berani dari sebuah projek Decentralized Exchange atau DEX yang dibangun dari, oleh, dan untuk trader Indonesia. IndoDEX memiliki visi dan misi yang sangat revolusioner untuk pasar kripto Indonesia.

Apa sih IndoDEX itu?

Sebelum masuk ke perkenalan lebih dalam, mari kita kembali ke ke pertanyaan “Merdeka atau Mati?”

Dulu, kemerdekaan adalah sesimple bisa bernafas dan makan di atas kerja rodi, perang, dan penjajahan dari negara asing. Saat ini, makan dan hidup merupakan hak yang sudah tidak perlu diperjuangkan. Tapi apa ini artinya kita sudah merdeka?

Pada kenyataannya, ternyata kita belum merdeka. Bukan lagi seperti dulu, penjajahan berubah bentuk menjadi lebih modern. Praktek penjajahan modern ini bentuknya seringkali tak kasat mata, semu, dan bahkan pihak yang dikontrol merasa memiliki kebebasan walau hanya ilusi. Tanpa terkecuali, industri yang dianggap banyak orang sebagai sebuah revolusi, justru menjadi sumber eksploitasi.

Memasuki dunia Cryptocurrency

Cryptocurrency atau yang kita kenal sebagai mata uang kripto, merupakan sebuah revolusi terhadap sistem keuangan tradisional. Visi awal dari penciptaan kripto melalui bitcoin adalah menghilangkan peran sentral dan tidak dikontrol oleh siapa pun (terdesentralisasi). Hilangnya peran sentral dan kontrol dari suatu pihak inilah yang menjadikan kripto revolusioner.

Tapi sayang sekali karena pada prakteknya, masih banyak pihak yang memiliki peran sentral dan kontrol terhadap kripto. Salah satu yang terbesar pengaruhnya adalah Centralized Exchange (CEX).

Sederhananya, CEX adalah tempat untuk membeli atau menjual aset kripto. Ketika kita memilih menggunakan CEX, maka CEX akan memiliki akses dan kontrol sepenuhnya terhadap aset kita. Hal inilah yang membuat CEX rentan terhadap penyalahgunaan atau penyelewengan. Dan praktek-praktek ini adalah fakta yang terjadi dilapangan.

Kasus baru-baru ini misalnya Liquid Global, salah satu CEX dari Jepang mengalami peretasan dengan nilai kerugian Rp 1.4 triliun. Itu bukanlah yang pertama, ada puluhan CEX yang mengalami hal serupa dengan total kerugian miliaran dolar. Itu baru dari sisi peretasan, belum lagi sisi kebijakan yang tidak berpihak misalnya, ketika salah satu raksasa CEX, Binance melarang penggunanya untuk menarik aset mereka dan bahkan membekukan akun penggunanya secara sepihak.

Apakah hanya itu penyelewengan yang dilakukan CEX? Tentu saja tidak. Aset-aset yang diperjualbelikan di CEX adalah aset-aset yang menguntungkan bagi pihak CEX. Jika suatu aset tidak menguntungkan, atau ‘bermasalah’ menurut CEX, maka pihak CEX bisa menghilangkan aset tersebut dari daftar jual beli secara sepihak. Hal ini pernah terjadi pada Bittrex, yang melarang jual beli tiga aset kripto di platform mereka.

Ironisnya, CEX masih menjadi pilihan utama bagi pengguna, untuk menjual dan membeli aset kripto di Indonesia. Ada lebih dari 6.5 juta pengguna yang bertransaksi menggunakan platform CEX. Artinya, 6.5 juta pengguna tersebut berpotensi mengalami peretasan, kebijakan tidak berpihak, dan praktek yang merugikan mereka.

Karena hal yang terjadi di CEX itulah, kita semua harus sadar betapa pentingnya sebuah platform yang tidak dikontrol oleh siapa pun (decentralized) dan memberikan kontrol sepenuhnya kepada kita sebagai pengguna.

“Revolusi harus segera dimulai!”

IndoDEX

IndoDEX adalah situs pertukaran terdesentralisasi (DEX) di Binance Smart Chain yang berfokus untuk merevolusi pasar aset kripto di Indonesia.

Pengguna IndoDEX akan diberikan insentif untuk menjadi penyedia likuiditas melalui penambangan likuiditas yang kita kenal dengan sebutan yield farming. Dengan menyediakan likuiditas, pengguna bisa memperoleh token $IDDX, yang merupakan token bawaan platform IndoDEX.

Kita harus tahu bahwa perjalanan melawan penjajahan modern ini tuh akan panjang dan cukup sulit banget genks!

Inget aja nih salah satu semangat dari pahlawan kita Bung Tomo “lebih baik mati, daripada hidup tapi terjajah”.

Semangat ‘merdeka atau mati’ adalah semangat yang harus kita perjuangkan. Dan kita harus bahkan akan terus memperjuangkan semangat itu, sampai setiap individu memiliki kontrol penuh atas apa yang seharusnya mereka miliki! Merdeka!!

Yuk kita berjuang bersama demi kemerdekaan khususnya di bidang Financial!

Bergabunglah dengan revolusi ini!
Telegram IndoDEX https://t.me/indodex
Twitter IndoDEX  https://twitter.com/indodex_
Medium IndoDEX https://medium.com/@indodex

Semangat Revolusi!!!

Share

Dinda

Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: privacy policy

Pertanyaan

News

FOLLOW US

©2021 Cryptoiz. All rights reserved

FOLLOW US

MOBILE APPS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Terms of services & privacy Policy

©2021 Cryptoiz. All rights reserved