16.5 C
New York
Sabtu, Juli 11, 2020
-Advertisement-

Beli Produk Cloud Mining Filecoin Diskon 50% Hanya di AToken

AToken dan DCPool telah mencapai kerja sama strategis. Kedua pihak akan bekerja sama untuk membangun ekosistem penyimpanan terdistribusi global dan menyediakan layanan penyimpanan bintang...

Menguji Sistem Trading Dengan Back Testing Dan Forward Testing

Berita Bitcoin

Divisi Penyelidikan IRS Meminta Informasi Tentang Privasi Centric Cryptocurrency

Badan pajak Amerika Serikat menerbitkan permintaan mengenai informasi yang berkaitan dengan cryptocurrency dan teknologi privasi transaksi crypto. Permintaan IRS-CI Cyber Crimes Unit juga meminta...

Dewan Syariah Mengizinkan Investasi Cryptocurrency dan Trading

Dewan Penasihat Syariah Malaysia telah menyetujui untuk berinvestasi dan memperdagangkan mata uang digital di bursa crypto yang telah terdaftar. Banyak orang yang enggan untuk...

Coinbase Mengawasi Daftar Pasar Saham AS

Coinbase Inc merencanakan listing pasar saham AS untuk akhir tahun ini atau awal 2021. Rencana ini harus disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Jika...

Larangan Aplikasi Sosial Media China di AS dan India

Pemerintahan Trump melarang Tiktok dan aplikasi media sosial Cina lainnya. India telah melarang Tiktok di negaranya, bersama dengan 58 aplikasi seluler lainnya. Baru-baru ini,...
mm
Radika
I Wish Happines Is PERMANENT
- Advertisement -
Binance

Setelah membuat Sistem Trading, proses selanjutnya adalah menguji terlebih dahulu sistem trading tersebut sebelum menggunakannya dengan uang beneran. Ada dua cara untuk menguji sistem trading yaitu dengan Back Testing dan Forward Testing. Apa perbedaannya? Bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing?

BACK TESTING
Di sini Sistem Trading diuji menggunakan data harga historis. Caranya bisa menggunakan paper trading (simulasi trading) menggunakan data tersebut. Bila menggunakan MetaTrader, bisa menggunakan fitur Strategy Tester. Kelelbihan dan kekurangan Back Testing antara lain:
  • Kelebihannya cocok untuk pembelajaran, dimana kita bisa cepat melakukan tweaking (perubahan) pada Sistem Trading supaya maksimal
  • Kelebihan lainnya dapat dilakukan pada saat market tutup, sehingga lebih nyaman dan fokus untuk pembelajaran
  • Kekurangannya karena menggunakan data historis, tidak dapat merasakan “feel” pada market

FORWARD TESTING
Di sini kita menguji Sistem Trading pada real market. Caranya bisa dengan menggunakan paper trading (simulasi trading). Bila menggunakan MetaTrader, bisa menggunakan akun demo. Kelebihan dan kekurangan Forward Testing antara lain:

  • Kelebihannya cocok untuk menguji lebih lanjut bagaimana kinerja Sistem Trading pada kondisi real pasar yang dinamis
  • Kekurangannya karena menggunakan data real market, proses mengujinya lebih lama. Minimal perlu beberapa bulan supaya yakin dengan kinerja Sistem Trading tersebut.

BACK TESTING ATAU FORWARD TESTING?
Sebaiknya dilakukan keduanya. Pertama menggunakan Back Testing, lalu dilanjutkan dengan Forward Testing, Setelah itu baru kita bisa menggunakan Sistem Trading pada real market menggunakan uang betulan.

MENGAPA HASIL FORWARD TESTING CENDERUNG LEBIH JELEK DARI BACK TESTING?
Hal ini adalah kondisi yang lazim. Biasanya kalau kita menguji sistem trading yang sama, hasil di Forward Testing cenderung lebih jelek daripada Back Testing. Mengapa?

Perlu diingat bahwa Back Testing menggunakan data harga historis, bukan real market. Di sini Anda tidak akan menemukan:

  1. Fluktuasi harga. Dalam Back Testing data harga bersifat STATIS, tidak bergerak sama sekali. Dalam kenyataannya, harga selalu DINAMIS. Data harga ini berubah-ubah setiap saat. Misalnya kita menggunakan indikator Moving Average, bisa jadi sebelum candle closing, indikator Moving Average sudah death cross, tapi saat penutupan jadinya malah tidak death cross.
  2. Saat volatilitas harga naik tajam, spread bisa melebar jauh. Hal ini akan mempengaruhi keuntungan dan kerugian yang didapat.
  3. Saat volatilitas harga naik tajam, slippage di broker juga melebar. Hal ini akan mempengaruhi keuntungan dan kerugian yang didapat.
  4. Di real market, kadang ada delay di server broker, sehingga closing atau opening posisi bisa terlambat (Recount)
  5. Di real market, stop loss lebih sering kena, terutama di long wick candle
  6. Di real market, Anda berhadapan dengan trader lain, institusi, market maker yang lebih kuat modalnya. Mereka bisa mengambil trading melawan posisi Anda.

Karena itulah sebaiknya kita menguji Sistem Trading dua kali, satu dengan Back Testing lalu dilanjutkan dengan Forward Testing

1.1kViews
- Advertisement -
Binance

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Kabar Kripto Terbaru

Divisi Penyelidikan IRS Meminta Informasi Tentang Privasi Centric Cryptocurrency

Badan pajak Amerika Serikat menerbitkan permintaan mengenai informasi yang berkaitan dengan cryptocurrency dan teknologi privasi transaksi crypto. Permintaan IRS-CI Cyber Crimes Unit juga meminta...

Dewan Syariah Mengizinkan Investasi Cryptocurrency dan Trading

Dewan Penasihat Syariah Malaysia telah menyetujui untuk berinvestasi dan memperdagangkan mata uang digital di bursa crypto yang telah terdaftar. Banyak orang yang enggan untuk...

ProBit Exchange List BTCBULL, BTCBEAR, BTCHEDGE – Zero Maker Fees untuk Semua Traders!

ProBit Exchange akan melakukan listing pada 3FTX Leveraged Tokens, BTCBULL, BTCBEAR & BTCHEDGE. Anda sekarang dapat merasakan pengalaman trading sampai dengan 3x leverage 📈 (BULL +3x, BEAR -3x, HG...

Pengumuman IEO Terbaru di Probit Exchange : CorionX ( CORX ).

Apa itu CorionX Token? CorionX sebagai token utilitas singkatan dari adopsi, penggunaan, dan penyebaran stablecoin, CBDC, OpenFinance, Crypto dan solusi DeFi. CorionX menyediakan platform satu atap...

Coinbase Mengawasi Daftar Pasar Saham AS

Coinbase Inc merencanakan listing pasar saham AS untuk akhir tahun ini atau awal 2021. Rencana ini harus disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Jika...
- Advertisement -
1.1kViews